Pesene nyong

"Sesungguhnya sesudah kesulitan pasti ada kemudahan"

Minggu, 30 November 2008

Lama ga ngeblog ya,,

Assalamu'alaykum
lama ya ga ngeblog,lagi sibuk,,
alhamdulillah istri dah hamil 4bulan,
mohon do'anya,,

Kamis, 04 September 2008

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa

SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH

PUASA ROMADHON 1429 HIJRIYAH

Semoga Alloh Ta'ala menerima ibadah kita semua,

dan memasukkan kita semua sebagai orang-orang yang beriman


'afwan terlambat coz pulang dari kota hujannya pas malem 2 Romadhon,

dan baru sempet nge-net hari ni,'afwan ya,

selamat berlomba-lomba beribadah dan berbuat kebaikan

di bulan suci Romadhon,,,

Senin, 18 Agustus 2008

saatnya beristirahat sejenak

saatnya beristirahat sejenak,
mencoba mengambil napas, mengatur perlahan,
menata langkah, untuk menatap masa depan,
inilah yang harus kulalui,

sebuah proses adaptasi pendek tentang hidup yang memberiku ,
memberiku sebuah penghidupan yang semoga layak,
mulai besok, ku dapat menghirup udara segar kota hujan,
kota yang kuimpikan untukku belajar, menimba ilmu,
mencoba berbagi umur dan waktuku disana,
entah kapan,

kuingin melanjutkan belajar dan pelajaranku disana,
di kota hujan, semoga tidak setiap hari hujan,
semoga matahari bersinar cerah dan hujan turun dengan adil,
adil dari Sang Maha Adil,
Alloh Subhanahu Wa Ta'ala,

Ya Alloh, selama 2ahad kedepan kutitipkan hidupku dan hidup istriku,
di Tangan-MU, yang kupercaya ini semua sudah tertulis dengan indah,
dengan indah di Lauh Mafudzh,
seindah matahari pagi,
selembut embun pagi yang dapat kurasakan di kota hujan,
kota Bogor aku datang untuk membagi usia dan nafasku,
dengan lingkunganmu,
yang sangat kurindu untuk bisa kulalui disana dengan istri dan keluargaku,
nanti,,,

Aamiin,,,Aamiin,,Ya Robbal'alamin,,,

Senin Malam, Habis makan malem ma burjo di Bekasi,

ang sayang ii,,,,,

Jumat, 15 Agustus 2008

puisi cinta dari istriku untuk aku suaminya

"saat yang lalu,

berjuta puisi terkirim menghabiskan pulsa,

ungkapan cinta yang kusangka tak ada balasnya,

kini kupanggil dirimu suami,

sebentar lagi kata "abi" keluar dari bibir cinta,,

kita"

Rabu, 13 Agustus 2008

elang memberi kita pelajaran

sebuah artikel dari milis tetangga

Elang merupakan jenis unggas yang mempunyai umur paling panjang di dunia.Umurnya dapat mencapai 70 tahun. Tetapi untuk mencapai umur sepanjangitu seekor elang harus membuat suatu keputusan yang sangat berat pada umurnya yang ke 40.

Ketika elang berumur 40 tahun, cakarnya mulai menua,paruhnya menjadi panjang dan membengkok hingga hampir menyentuh dadanya. Sayapnya menjadi sangat berat karena bulunya telah tumbuh lebat dan tebal,sehingga sangat menyulitkan waktu terbang. Pada saat itu, elang hanya mempunyai dua pilihan:Menunggu kematian,atau

Mengalami suatu proses transformasi yang sangat menyakitkan ---suatu proses transformasi yang panjang selama 150 hari.Untuk melakukan transformasi itu, elang harus berusaha keras terbang ke atas puncak gunung untuk kemudian membuat sarang di tepi jurang,berhenti dan tinggal disana selama proses transformasi berlangsung.

Pertama-tama, elang harus mematukkan paruhnya pada batu karang sampai paruhtersebut terlepas dari mulutnya, kemudian berdiam beberapa lama menunggu tumbuhnya paruh baru.

Dengan paruh yang baru tumbuh itu, ia harus mencabut satu per satu cakar-cakarnya dan ketika cakar yang baru sudah tumbuh, ia akan mencabut bulu badannya satu demi satu. Suatu proses yang panjang dan menyakitkan.

Lima bulan kemudian, bulu-bulu elang yang baru sudah tumbuh.Elang mulai dapat terbang kembali. Dengan paruh dan cakar baru, elang tersebut mulai menjalani 30 tahun kehidupan barunya dengan penuh energi!

Dalam kehidupan kita ini, kadang kita juga harusmelakukan suatu keputusan yang sangat berat untuk memulai sesuatu proses pembaharuan. Kita harus berani dan mau membuang semua kebiasaan lama yang mengikat,meskipun kebiasaan lama itu adalah sesuatu yang menyenangkan dan melenakan.Kita harus rela untuk meninggalkan perilaku lama kita agar kita dapat mulai terbang lagi menggapai tujuan yang lebih baik di masa depan.

Hanya bila kita bersedia melepaskan beban lama, membuka diri untuk belajar hal-hal yang baru,kita baru mempunyai kesempatan untuk mengembangkankemampuan kita yangterpendam,mengasah keahlian baru dan menatap masa depan dengan penuh keyakinan.
Halangan terbesar untuk berubah terletak di dalam diri sendiri dan andalah sang penguasa atas diri anda.

Jangan biarkan masa lalu menumpulkan asa dan melayukan semangat kita.

Anda adalah elang-elang itu.

Perubahan pasti terjadi.

Maka itu, kita harus berubah!

Pesan moral:Great man was not born great,
God uses trials andtroubles to make themGREAT

energi sebuah pelukan

ikhwatiy fillah subhanalloh Allohu akbar begitu sempurnanya Robbul 'izzati yang telah menciptakan makhluk dengan potensi yang tidak semua ciptaan-Nya dikaruniakannya berupa akal dan nafsu serta hati (perasaan) yang apabila makhluk tersebut menyadarinya maka semakin dekatlah hubungan dengan sang Khalik. berikut ada sebuah artikel yang saya peroleh dari sebuah sumber (bisa antum lihat dibawah) yang saya fikir apakah ini merupakan salah satu dari faktor yang mengurangi ukhuwah diantara kita sehingga perjalanan dakwah terasa begitu beratnya (walaupun memang demikian) ketika saudara kita ada yang membutuhkan uluran tangan kita namun kita kita tidak serta merta menyadari tuk membantunya (baik diminta maupun tidak) selamat membaca..... ....renungkan. .......

Oleh Azimah Rahayu

Suatu hari di gua Hira, Muhammad SAW tengah ber'uzlah, beribadah kepada Rabbnya. Telah sekian hari ia lalui dalam rintihan, dalam doa, dalam puja dan harap pada Dia Yang Menciptanya. Tiba-tiba muncullah sesosok makhluk dalam ujud sesosok laki-laki. Iqra! katanya.
Muhammad SAW menjawab, Aku tidak dapat membaca! Laki-laki itu merengkuh Muhammad ke dalam pelukannya, kemudian mengulang kembali perintah Iqra! Muhammad memberikan jawaban yang sama dan peristiwa serupa pun terulang hingga tiga kali. Setelah itu, Muhammad dapat membaca kata-kata yang diajarkan lelaki itu. Di kemudian hari, kata-kata itu menjadi wahyu pertama yang yang diturunkan Allah kepada Muhammad melalui Jibril, sang makhluk bersosok laki-laki yang menemui Muhammad di gua Hira.

Sepulang dari gua Hira, Muhammad mencari Khadijah isterinya dan berkata, Selimuti aku, selimuti aku!. Ia gemetar ketakutan, dan saat itu, yang paling diinginkannya hanya satu, kehangatan, ketenangan dan kepercayaan dari orang yang dicintainya. Belahan jiwanya. Isterinya. Maka Khadijah pun menyelimutinya, memeluknya dan mendengarkan curahan hatinya. Kemudian ia menenangkannya dan meyakinkannya bahwa apa yang dialami Muhammad bukanlah sesuatu yang menakutkan, namun amanah yang akan sanggup ia jalankan.

***

Suatu hari dalam sebuah pelatihan manajemen kepribadian. Para instruktur yang jugapara psikolog tengah mengajarkan berbagai terapi penyembuhan permasalahan kejiwaan. Dari semua terapi yang diberikan, selalu diakhiri dengan pelukan, baik antar sesama peserta maupun oleh instrukturnya.

Namun demikian, mereka mempersilakan peserta yang tidak bersedia melakukan pelukan dengan lawan jenis untuk memilih partner pelukannya dengan yang sejenis. Yang penting tetap berupa terapi pelukan. Menurut mereka, pelukan adalah sebuah terapi paling mujarab hampir dari semua penyakit kejiwaan dan emosi. Pelukan akan memberikan perasaan nyaman dan aman bagi pelakunya.

Pelukan akan menyalurkan energi ketenangan dan kedamaian dari yang memeluk kepada yang dipeluk. Pelukan akan mengendorkan urat syaraf yang tegang. Saya yang saat itu menjadi salah satu peserta, memilih menggunakan pilihan kedua ini. Pelatihan itu, di kemudian hari memberikan perubahan besar dalam stabilitas emosi dan kejiwaan saya.

***

Apa yang saya inginkan pertama kali ketika saya sedang bersedih, marah atau apapun yang secara emosi mengguncang perasaan saya? Dipeluk suami. Pelukan itu akan menenangkan saya, membuat saya nyaman dan tenang kembali. Apa yang kami berdua lakukan setelah berantem? Saling memeluk.

Pelukan itu akan menurunkan tensi emosi di antara kami. Pelukan itu akan merekatkan kembali ikatan cinta di antara kami setelah luka dan kecewa yang sempat tertoreh. Pelukan itu, akan membuat kehidupan rumah tangga kami menjadi makin mesra. Segala sedih, segala marah, segala kecewa, dan segala beban hilang oleh kehangatan pelukan.

Pelukan itu, kemudian tidak hanya berlaku ketika saya terguncang secara emosi. Setelah setahun lebih kami menikah, pelukan telah menjadi satu kebiasaan dalam hari-hari kami. Hal pertama yang saya lakukan ketika tiba di rumah sepulang dari kantor atau dari bepergian adalah memeluk suami. Memeluknya erat-erat. Itu saja. Tak Lebih. Hal pertama yang saya inginkan ketika saya bangun dari tidur adalah memeluk dan dipeluk suami saya. Memeluknya kuat-kuat. Itu saja.

Bukan yang lainnya. Jika kami bangun pada jeda waktu yang tak sama, maka utang kebiasaan itu dilakukan setelah shalat lail atau shalat subuh. Jika kami tidur di kamar yang berbeda, biasanya jelang subuh atau habis shubuh, salah satu dari kami akan menyusul yang lainnya. Hanya untuk satu hal saja: memeluk dan dipeluk.

Saat malam menjelang tidur, kami terbiasa tiduran dan saling memeluk, berlama-lama sambil berbincang tentang aktifitas kami seharian. Ada kata-kata yang minimal tiga kali sehari saya ucapkan kepada suami saya, I Love U dan Minta peluk! Rasanya ada yang kurang jika kekurangan pelukan dalam sehari. Pelukan memberiku rasa aman dan nyaman. Pelukan, saya rasakan memberikan kehangatan yang tak tergantikan oleh apapun.

****

Berdasarkan hasil penelitian, kita butuh empat kali pelukan per hari untuk bertahan hidup, delapan supaya tetap sehat, dan dua belas kali untuk pertumbuhan. Jika ingin terus tumbuh, kita butuh dua belas pelukan per hari. Pelukan berkhasiat menyehatkan tubuh. Pelukan merangsang kekebalan tubuh kita. Pelukan membuat kita merasa istimewa. Pelukan memanjakan sifat kekanak-kanakan yang ada dalam diri kita. Pelukan membuat kita lebih merasa akrab dengan keluarga dan teman-teman.

Riset membuktikan bahwa pelukan dapat menyembuhkan masalah fisik dan emosional yang dihadapi manusia di zaman serba stainless steel dan wireless ini. Bukan hanya itu saja, para ahli mengemukakan bahwa pelukan bisa membuat kita panjang umur, melindungi dari penyakit, mengatasi stress dan depresi, mempererat hubungan keluarga dan membantu tidur nyenyak. (The Aladdin Factor, Jack Canfield & Mark Victor Hansen.)

Helen Colton, penulis buku The Joy of Touching juga menemukan bahwa ketika seseorang disentuh, hemoglobin dalam darah meningkat hingga suplai oksigen ke jantung dan otak lebih lancar, badan menjadi lebih sehat dan mempercepat proses penyembuhan. Maka bisa dikatakan bahwa pelukan bisa menyembuhkan penyakit hati dan merangsang hasrat hidup seseorang.
Berdasarkan hasil penelitian yang dikeluarkan oleh jurnal Psychosomatic Medicine, pelukan hangat dapat melepaskan oxytocin, hormon yang berhubungan dengan perasaan cinta dan kedamaian. Hormon tersebut akan menekan hormon penyebab stres yang awalnya mendekam di tubuh.

Hasil hasil penelitian tersebut, memberikan keterangan ilmiah atas kecenderungan dalam diri setiap manusia untuk mendapatkan ketenangan dan kehangatan melalui pelukan. Penelitan tersebut memberikan fakta ilmiah atas besarnya energi yang dapat disalurkan melalui pelukan.
Sayangnya, banyak dari kita dibesarkan dalam rumah yang di dalamnya pelukan adalah sesuatu yang tidak lazim, dan kita mungkin merasa tidak nyaman minta dipeluk dan memeluk. Kita mungkin pernah digoda sebagai si anak manja jika sering memeluk atau dipeluk Ayah, Ibu atau saudara kandung kita. Dan jadilah kita atau remaja-remaja kita saat ini, tumbuh dengan kekurangan energi pelukan.

Bisa jadi, kekurangan energi pelukan ini adalah termasuk salah satu faktor yang menyebabkan maraknya kasus ketidakstabilan emosi manusia seperti yang terjadi belakangan ini: tingginya angka kriminalitas dan narkoba pada golongan anak dan remaja, kesurupan di berbagai sekolah dan sebagainya.

Dan bisa jadi, sesungguhnya solusi untuk mengurangi berbagai permasalahan itu sebenarnya sederhana saja: Pemberian pelukan kasih sayang yang banyak kepada anak-anak dari orang tuanya. Bukankah Rasulullah sangat gemar memeluk isteri, anak, cucu, dan bahkan anak-anak kecil di lingkungannya dengan pelukan kasih sayang? Bahkan pernah ada satu kisah ketika Rasulullah mencium dan memeluk cucunya, seorang sahabat menyatakan bahwa hingga ia punya 10 orang anak, tak satu pun yang pernah ia curahi dengan peluk cium.

Rasulullah saat itu berkomentar, Sungguh orang yang tidak mau menyayang (sesamanya), maka dia tidak akan disayang. (riwayat Al-Bukhari)

Rasanya, sudah sangat cukup alasan bagi saya, untuk mencurahi anak saya nanti dengan pelukan kasih sayang. Insya Allah!

Sumber: Eramuslim